3 Potensi Risiko Fraud yang Perlu Menjadi Fokus Bank di Era Digital

 In Artikel

Era digital membawa tantangan yang tak terhindarkan bagi dunia perbankan secara global.  Jika dulu bank banyak berhadapan demgam check fraud dan wired fraud, kini para pelaku fraud melakukannya dengan bantuan internet. Bank dituntut untuk memberikan layanan yang praktis bagi nasabah di era digital, tapi di saat yang sama harus berlomba dengan pelaku. Berikut tiga potensi risiko fraud yang harus menjadi fokus bank.

 

1. Keamanan siber

Sudah sering kita mendengar berita tentang serangan-serangan siber terhadap insitusi keuangan, termasuk bank. Tapi, kita perlu tetap mewaspadai munculnya metode-metode baru kecurangan lantaran para pelaku semakin terorganisir. Mungkin kerugian tidak secara langsung terjadi dalam bentuk finansial, namun berupa data nasabah. Data nasabah yang dicuri bisa dieksploitasi untuk melakukan kecurangan lainnya.

 

2. Pembukaan rekening

Pembukaan rekening masih menjadi proses yang lambat dan tak praktis bagi para nasabah karena sebagian besar bank masih mensyaratkan sesi tatap muka. Ada beberapa bank yang sudah memungkinkan nasabahnya untuk membuka akun secara online. Namun, pembukaan rekening secara online belum bisa sepenuhnya dilakukan karena alasan keamanan. Bank masih harus menerapkan proses identifikasi dan verifikasi (ID & V) terhadap nasabah baru demi kepatuhan dan meminimalkan risiko fraud, contohnya dengan mengumpulkan data sidik jari. Proses ID & V ini tentunya masih mengharuskan nasabah untuk bertatap muka langsung dengan customer service bank. Bank masih perlu fokus mengatasi potensi fraud pembukaan rekening secara online, namun nasabah masih bisa menikmati layanan leih praktis.

 

3. Internet of Things (IoT)

Bank dapat menggunakan teknologi IoT untuk menciptakan layanan pelanggan yang lebih menarik dan kontekstual atau untuk menghasilkan peluang lintas penjualan pelanggan yang lebih cerdas dan personal. Namun, IoT memunculkan potensi risiko kecurangan. Secara teori segala perangkat yang terhubung dengan internet bisa diretas sehingga yang berisiko dalam hal ini adalah privasi dan data pribadi nasabah. Para profesional masih perlu memonitor lebih lanjut bentuk potensi kecurangan yang dibawa oleh IoT dan mengimplementasikan sistem keamanan terkini.

 

 

Sources:

http://www.scmp.com/business/article/2139587/banks-must-beef-compliance-technology-survive-era-digital-threats

https://www.sas.com/content/dam/SAS/en_sg/doc/whitepaper1/managing-fraud-risk-in-digital-world-103488.pdf

https://www.entrustdatacard.com/blog/2015/september/3-ways-financial-institutions-can-improve-fraud-detection

 

 

Recent Posts

Start typing and press Enter to search