Berkat Blockchain Senjata Memerangi Alkohol Palsu Ada di Genggaman

 In Artikel

Minuman beralkohol palsu selalu ada dan memberi dampak negatif bagi bisnis dan konsumennya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa orang Indonesia minum minuman beralkohol tak terdaftar lima kali lebih banyak daripada minuman beralkohol yang dibeli di toko berlisensi.

Minuman beralkohol yang tidak terdaftar antara lain termasuk minuman beralkohol yang dibeli melalui belanja lintas batas yang legal, selundupan, minuman tradisional dan obat-obatan yang diproduksi secara lokal oleh kelompok etnis lokal, ramuan campuran ilegal, miras oplosan dan alkohol bermerek palsu dengan pengisian ulang botol asli premium. Alkohol yang tidak tercatat, khususnya alkohol palsu, membawa risiko luar biasa bagi konsumen seperti kasus yang terjadi di Indonesia awal tahun 2018 yang menelan 150 korban jiwa.

The International Alliance for Responsible Drinking (IARD) menerbitkan laporan berjudul Alcohol in the Shadow Economy, yang mengungkapkan bahwa pelaku kejahatan menargetkan pasar yang sedang berkembang dengan minuman beralkohol versi palsu. Mereka mengisi ulang botol-botol minuman beralkohol bermerek premium bekas dengan minuman beralkohol racikan mereka.

Di Indonesia, pengisian ulang adalah salah satu masalah pemalsuan alkohol yang serius. Untuk saat ini, produsen minuman beralkohol merek premium mengandalkan pengumpulan dan perusakan botol-botol bekas mereka secara legal untuk menghindari pemalsuan yang dilakukan dengan cara pengisian ulang. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin memudahkan para pemalsu untuk melakukan kejahatan mereka di tingkat yang berbeda, merek harus siap dengan perubahan dan beradaptasi dengan potensi modus baru.

RFID, Blockchain, IoT, dan perangkat teknologi terkini lainnya yang sedang dikembangkan membuka lebih banyak peluang bagi metode baru untuk mengurangi peredaran minuman beralkohol palsu. ‘Smart bottle’ adalah salah satu teknologi terbaru yang memanfaatkan blockchain dan IoT yang baru saja dirilis oleh Omniaz – sebuah perusahaan teknologi minuman.

Melalui aplikasi seluler DRNK (Minuman, Hadiah, Jaringan, Pengetahuan), konsumen dapat mengakses informasi tentang minuman beralkohol yang mereka beli melalui ponsel pintar mereka. Aplikasi ini bergantung pada blockchain untuk mengotentikasi dan menyimpan informasi tentang minuman beralkohol asli. Konsumen cukup memindai tag pada botol minuman (botol pintar) dengan NFC atau QR untuk mengetahui keasliannya.

Omniaz menyadari bahwa pendekatan perlindungan merek berbasis konsumen di era digital sangat penting. Oleh karena itu, aplikasi seluler DRNK dirancang untuk melibatkan konsumen. Dengan membeli minuman berlabel ‘smart bottle’, konsumen bisa mengetahui keaslian minuman yang dibeli dan mendapatkan hadiah dan keuntungan seperti diskon dan poin. Tidak hanya memberikan manfaat bagi konsumen, tetapi aplikasi seluler ini juga memberikan wawasan konsumen untuk produsen minuman.

Dalam mengembangkan aplikasi ini Omniaz bekerja sama dengan beberapa perusahaan terkemuka di industri teknologi seperti CymMetrik, NEM, NXP Semiconductors, ProximaX, dan Smartrac. Sebanyak 1.800 botol pintar batch pertama telah didistribusikan di Singapura, Malaysia, dan Korea Selatan oleh Omniaz yang bekerja sama dengan Wine Connection.



Sumber:

http://www.iard.org/wp-content/uploads/2018/08/Alcohol-in-the-Shadow-Economy.pdf
https://www.businesswire.com/news/home/20181129005275/en/Omniaz-Bringing-Blockchain-IoT-Experience-Wine-Consumers
Gambar: Jeff/Kubina


Recent Posts
Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Start typing and press Enter to search